Hari ini tadinya cuma main di rumah Mbak Evi setelah sekian kesibukan membuatku untuk beberapa waktu lamanya nggak main kesini.
Setelah nyantai ngobrol sana-sini, kami kepikiran buat main ke Alun-Alun Pemalang mumpung lagi ada pasar rakyat. Walaupun beberapa hari yang lalu aku, istri sama Bocil udah kesitu, nggak ada salahnya juga kalau malam ini kesitu lagi. Bocil juga jadi ada temennya, Arka sama Nafisa.
Kebetulannya, rumah Mbak Evi lokasinya deket banget sama Alun-Alun Pemalang. Palingan cuma seratus meteran jaraknya, sehabis maghrib kami jalan kaki ke alun-alun.
Suasana malam itu lumayan ramai. Permainan anak masih diramaikan sama anak-anak yang terlihat happy. Suasana liburan sekolah mungkin yang membuat malam ini cukup ramai.
Setelah melihat-lihat suasana alun-alun. Anak-anak memilih trampolin sebagai permainan pertama yang mau dicoba. Harga tiket masuknya 15 ribu per anak, sama seperti kemarin pertama kali berkunjung. Menurutku, tiketnya masih tetap sama juga, terasa mahal buat orangtua yang dateng kesini bawa anaknya lebih dari satu.
Setelah main trampolin yang nggak terlalu lama juga waktunya, anak-anak udah pada keringetan. Kami berdiri santai, atau mungkin bingung juga mau kemana lagi. Lalu menyempatkan beli es teh dulu. Setelah itu, lanjut jalan lagi ngeliat permainan lainnya.
Anak-anak ngeliat mainan kereta-keretaan yang sepertinya menarik. Lalu Arka sama Bocil naik nyobain permainan ini. Sementara Nafisa lebih memilih permainan mancing-mancingan.
Kalau dibandingkan sama kereta-keretaan yang ada di depan GOR Kridanggo, sebelah Alun-Alun Pemalang. Kereta ini lumayan beda sih, relnya naik turun dan lintasannya lumayan panjang. Kecepatannya juga lumayan kenceng, walaupun agak mengkhawatirkan juga karena nggak ada sabuk pengamannya.
Setelah bermain dari sini, kami lanjut jalan lagi dan ketemu sama badut Boboiboy. Bocil seperti biasa, nggak ada takut-takutnya sama badut semacam ini. Anak-anak pun menyempatkan buat foto-foto sama badut ini.
Lalu kami berlanjut melewati mainan serba 15 ribu yang sebenarnya mainannya ya… gitu lah. Kualitasnya udah pasti harap dimaklumi, full plastik tipis. Tapi namanya juga anak-anak, ngeliat tumpukan mainan seperti ini. Mereka berhenti juga buat milih-milih mainan yang mereka pengen.
Gerimis mulai turun semakin kencang. Kami pun bergegas jalan lagi, niatnya mau nyantai makan nasi megono di pinggir alun-alun, tapi Arka sepertinya udah nggak betah dan pengen buru-buru pulang ke rumah. Akhirnya, kami beli makanan dibungkus dan segera pulang.








Social Plugin