Puasa hari kedua aku awali dengan sahur setengah ngantuk, mata rasanya berat banget karena sebelumnya aku tidur hampir jam dua belas malam. Demi menjalankan sahur yang udah di depan mata, aku menuntaskan sepiring nasi dengan dua buah sate serundeng ati ampela. Selesai makan, aku dudukan sebentar karena perut rasanya kenyang banget. Beberapa saat kemudian baru aku ambil wudhu sekalian salat tahajud sambil nunggu subuh tiba.


Aku sudah menyetel alarm pukul tujuh pagi, sengaja agak siang dikit karena jam masuk kerja pukul 07.30. Menurutku setengah jam udah cukup banget buat mandi sekaligus perjalanan otw ke kantor karena nggak ada agenda makan pagi segala.


Kenyataannya, sehabis subuh aku mencoba lanjut tidur karena mata masih ngantuk banget. Tapi malah jadi nggak tenang karena beberapa kali aku harus bangun buat pipis ke kamar mandi. Yah... beser sehabis sahur memang selalu jadi masalah setiap bulan ramadan.


Hujan turun deras pagi itu, sejak aku sahur, hujan sudah turun dengan deras namun sesekali berhenti lalu lanjut lagi. Suasana pagi yang dingin ini membuatku memilih pasrah untuk terlambat berangkat sekolah. Ya, pukul delapan aku baru tiba di sekolah.


Aku bertemu dengan anak-anak di kelas yang belum apa-apa udah nodong minta jam kosong dan tanya pulangnya jam berapa. Merasa ini adalah hari pertama berangkat, aku hanya memberi tugas anak-anak untuk mengerjakan buku siap ujian yang sebenarnya nantinya nggak ada ujian.


Selanjutnya, aku cuma bolak-balik pindah tempat duduk di kantor karena sehabis istirahat pertama pelajaran selanjutnya adalah bahasa jawa yang ada guru mapelnya sendiri. Sampai siang aku cuma dudukan nggak jelas hingga memilih untuk bertahan di sekolah sampai pukul setengah dua.


Sambil nunggu jam pulang datang, aku menghabiskan waktu dengan selonjoran di musola sekolah sambil nonton film Monster yang ceritanya benar-benar bikin penasaran.


Setelah tiba waktunya pulang, aku mesti mampir ke KWK untuk mengambil leger gaji dan mampir ke rumah ibu. Berbincang sesaat, aku pun pulang ke rumah yang sudha disambut sama bocil ngajakin mainan.


Mendung masih menghinggapi suasana sore ini. Kadang deras, kadang berhenti. Aku pun ngajak bocil membeli kelapa murni buat minum berbuka puasa nanti.



Di rumah, istri sedang menyiapkan menu berbuka yang bikin ngiler. Ayam ungkep, sambel, lalap dan nasi liwet. Jadilah hari ini aku berbuka dengan perut yang sangat kekenyangan.


Malamnya, sekitar pukul delapan kami keluar ambil foto di Yen Pop, lalu menyusuri jajanan di jalan KH. Samanhudi, Pelutan yang tiap malam ramai dengan berbagai macam penjual. Namun, dari semuanya penjual yang ada nggak ada yang menarik untuk kami beli.


Kami lalu lanjut ke Banjardawa dan berhenti di penjual cimol sama es teh. Hujan turun semakin deras, kami memutuskan untuk pulang ke rumah sekitar setengah sepuluh malam.