Hari ke-25 puasa dimulai dengan cukup mendadak. Pagi-pagi, saya harus berangkat sekolah lebih awal dari biasanya karena ada undangan sebagai pemateri di SD sebelah, SDN 01 Saradan. Padahal, pemberitahuannya baru datang kemarin sore, sekitar jam 5. Awalnya kepikiran buat nolak, tapi nggak enak juga kalau tiba-tiba nggak bisa. Jadi yaudah, diterima aja. Malam sebelumnya, saya buru-buru ngedit materi presentasi biar nggak datang dengan tangan kosong.


Pagi itu, cuaca mendung banget. Rasanya nyaman buat tidur lagi, tapi kewajiban tetap harus jalan. Bener aja, nggak lama kemudian hujan turun dengan deras. Karena jaraknya nggak terlalu jauh, saya memutuskan jalan kaki ke SD sebelah sambil bawa payung. Lumayan lah, sekalian nostalgia masa-masa sekolah yang sering hujan-hujanan.

Begitu sampai, suasana acara cukup santai. Untungnya, saya nggak harus berbicara terlalu lama. Saya langsung menyampaikan poin-poin penting tentang aplikasi OKE DO dan bagaimana cara membuat modul ajar dengan bantuan ChatGPT. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan acara selesai sekitar pukul 10 pagi. Setelahnya, saya balik ke sekolah dan ikut dengerin rapat sebentar sampai sekitar setengah 12 siang. Begitu rapat selesai, saya langsung buru-buru pulang karena rasa ngantuk udah nggak bisa ditahan lagi.


Sampai rumah, saya langsung merebahkan diri di kamar buat tidur siang. Tapi baru aja mau terlelap, bocil datang dengan permintaan yang cukup absurd: nyuruh saya keluar dari kamar karena dia mau tiduran sama Mbak Fia. Yaudah, daripada berdebat sama anak kecil, saya akhirnya pindah ke kamar sebelah dan langsung tidur pulas. Baru sadar ternyata udah jam 4 sore ketika bangun.

Bangun tidur, saya langsung buru-buru mandi. Sementara itu, istri masih sibuk di dapur, terlihat sibuk banget ngurusin masakan buat berbuka. Dari aroma yang tercium, kayaknya dia lagi masak telur balado. Dan benar aja, pas menjelang waktu berbuka, masakannya sudah siap. Menu hari ini cukup sederhana tapi bikin ngiler: tumis kacang panjang, sogol, telur balado, plus kerupuk renyah yang selalu jadi favorit di meja makan.

Setelah berbuka dan salat, rencananya kami mau main ke rumah Mbak Evi buat nganter parcel. Tapi ternyata, sampai di sana, Vio udah tidur duluan. Jadi yaudah, rencana batal, dan kami pun memutuskan buat pulang. Malam ini rasanya nggak pengen ke mana-mana lagi, badan masih agak lelah setelah kurang tidur dari semalam. Akhirnya, kami hanya menikmati malam di rumah, sambil santai dan menikmati suasana Ramadan yang makin mendekati hari raya.