Hari ini sebenarnya sudah punya rencana ngajak istri dan bocil ke perpustakaan daerah Pemalang. Pagi-pagi bangun dengan niat mulia, mandi, siap-siap, dan sudah membayangkan bakal duduk santai di perpus, menikmati aroma buku, sambil nemenin bocil lihat-lihat koleksi cerita anak sekaligus bikin konten video buat lomba.
Tapi ternyata, semesta punya skenario lain. Begitu semuanya siap, tiba-tiba hujan turun deras. Bukan gerimis romantis ala drama Korea, tapi hujan deras yang bikin jalanan basah kuyup dalam hitungan menit. Dan belum selesai mencerna kenyataan kalau rencana ke perpus harus batal, kepala saya malah mendadak pusing banget. Rasanya nyut-nyutan, kayak habis kena serangan combo dari cuaca yang berubah mendadak.
Lagi duduk di teras sambil mijit kepala, bocil malah punya ide cemerlang: minta hujan-hujanan. Dia dengan mata berbinar-binar bilang, "Ayah, aku mau main hujan!" Okelah, daripada ngelarang dan bikin drama pagi, akhirnya saya duduk di teras sambil menikmati hujan, sementara bocil lari-larian dengan tawa bahagianya. Saya sih cuma bisa senyum tipis sambil nahan kepala yang masih cenat-cenut.
Siang harinya, karena kepala masih berat, saya putuskan buat tidur sebentar. Tapi ya namanya juga bocil, energi kayak nggak ada habisnya. Bukannya ikut tidur, dia malah asyik mainan di rak buku. Satu per satu rak dipanjat, lalu lompat, dan terus berulang. Niat tidur pun gagal total karena saya malah jadi sibuk ngawasin supaya koleksi buku saya nggak berakhir berantakan di lantai.
Sore menjelang, kepala mulai agak mendingan. Istri ngajak keluar cari gemblong, jajanan favorit yang udah lama nggak dimakan. Yaudah, kami bertiga naik mobil ke Beji buat berburu gemblong. Untungnya, rezeki emang nggak ke mana, ketemu juga penjualnya. Rasanya bahagia banget bisa nemuin jajanan nostalgia ini.
Habis dapet gemblong, sekalian mampir ke sekolah buat absen sore. Baru sampai, bocil yang sepertinya masih punya cadangan energi tak terbatas, langsung lari ke sungai kecil di depan sekolah. Dan sudah bisa ditebak, dia minta main air. Saya cuma bisa pasrah sambil ngawasin, sementara dia asyik nyemplung basahin kaki dengan ekspresi puas.
Setelah puas main air, akhirnya kami pulang. Sampai rumah, istri langsung ke dapur buat masak, sementara saya duduk santai menikmati aroma masakan yang menggoda. Menu berbuka hari ini lumayan spesial: sayur asem yang segarnya nampol, pecak ikan ani-ani yang pedesnya bikin nagih, gorengan yang kriuk-kriuk, dan ditutup dengan es teh peach yang dinginnya menyegarkan tenggorokan.
Meskipun hari ini awalnya terasa kurang bersahabat dengan rencana yang gagal dan kepala yang pusing, ternyata tetap ada kebahagiaan di setiap momennya. Bocil main hujan, berburu gemblong, sampai buka puasa dengan menu spesial bikin hari ini tetap berkesan. Ramadan memang selalu punya cerita unik setiap harinya!


.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
Social Plugin